Manfaatkan Momen MTQ di UM, Dosen PAI se Indonesia Deklarasi Anti Radikal di Kampus

Manfaatkan Momen MTQ di UM, Dosen PAI se Indonesia Deklarasi Anti Radikal di Kampus

JATIMTIMES, MALANG – Menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap berkembangnya paham dan gerakan radikalisme di Indonesia khususnya di dunia kampus, Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia (ADPISI) menggelar deklarasi bersama menolak adanya gerakan tersebut bertempat di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahun Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (3/8/2017).

Deklarasi ini juga sebagai  upaya membantu pemerintah mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang esensinya menolak segala bentuk gerakan radikalisme di Indonesia karena membahayakan Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini juga sebagai upaya konkret para dosen yang dalam tugasnya berperan memberi pencerahan kepada mahasiswa agar bisa memahami agama secara benar yakni agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamin).

Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional XV yang salah satunya ditempatkan di UM sengaja dimanfaatkan oleh ADPISI sebagai momentum yang tepat untuk melakukan konsolidasi dengan para dosen agama Islam di seluruh Indonesia baik negeri maupun swasta. Menjadi efektif karena pada acara besar ini berkumpul para mahasiswa dan dosen dari 251 kampus se Indonesia.

Sekretaris Dewan Pengurus Pusat ADPISI, Dr Hadi Adianto MA mengatakan deklarasi menolak gerakan radikal di lingkungan perguruan tinggi ini akan di follow up salah satunya dengan membuat usulan kepada pemerintah agar bersama-sama merancang kurikulum pendidikan agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Ke depan, kami akan mengisi masjid-masjid yang ada dengan kegiatan-kegiatan dan kajian yang religius-moderat sehingga mahasiswa tidak mudah terjebak dan dipengaruhi oleh pemahaman-pemahaman yang menyimpang,” ujar Hadi Adianto.

b7ac7be8-9d94-4965-a43d-0effdf81e89dc9BAu

Selain itu, menurut dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini kelompok-kelompok mahasiswa ahli thoriqot  harus banyak difasilitasi untuk berkembang sehingga dunia kampus akan diisi oleh kegiatan-kegiatan yang bersifat religius dengan pemahaman yang ,memiliki metodologi yang jelas seperti dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, Wali Songo, dan para ulama-ulama sepuh terdahulu.

“Kami akan terus mengawal komitmen bersama para dosen PAI ini dengan membimbing dan mengarahkan pemahaman keagamaan mahasiswa melalui berbagai kegiatan religius-moderat di kampus masing-masing,” jelas Hadi Adianto.

Hal senada disampaikan Dr Munjin Nasih MAg, salah satu pengurus DPP ADPISI. MTQ Mahasiswa Nasional XV ini, menurutnya, menjadi momen berharga khususnya bagi UM karena kampus ini menjadi tempat meneguhkan komitmen para dosen PAI untuk meluruskan pemahaman agama para mahasiswa khususnya mereka yang selama ini melenceng dari pesan inti Al quran dan hadits serta dakwah para ulama.

Official kegiatan ini kan sebagian besar adalah para dosen Pendidikan Agama Islam dari berbagai kampus di seluruh Indonesia sehingga momentum ini menjadi sangat tepat untuk membicarakan hal-hal penting terutama terkait dengan upaya meluruskan kembali pahaman mahasiswa yang selama ini banyak jauh dari metodologi yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dan para ulama,” jelas Dr Munjin.

Khusus di UM, lanjutnya, pembinaan intensif akan dilakukan juga di masjid kampus selain materi reguler yang diajarkan pada matakuliah Pendidikan Agama Islam di semua jurusan yang ada.

“InsyaAllah kami akan upayakan terus agar tidak ada lagi gerakan-gerakan mahasiswa baik yang terang-terangan maupun tersembunyi yang mengarah pada penyesatan pola fikir dan pemahaman keagamaan mereka,” pungkasnya.

Sumber: http://www.jatimtimes.com/baca/156325/20170803/141847/manfaatkan-momen-mtq-di-um-dosen-pai-se-indonesia-deklarasi-anti-radikal-di-kampus/

Hatim Gazali
Hatim Gazali

Dosen Sampoerna University

You must be logged in to post a comment