Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Mahasiswa lewat MDT (Ma’had al Jamiah at Takmiliyah)

Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Mahasiswa lewat MDT (Ma’had al Jamiah at Takmiliyah)

Yogyakarta, dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menyelenggarakan kegiatan sosialisasi layanan MDT bagi mahasiswa (Ma’had al Jamiah at Takmiliyah), sementra istilah yang digunakan di PTU adalah Diniyah Takmiliyah Al Jami’ah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 19-21 April 2018 di hotel Cavinton Yogyakarta, yang dihadiri oleh pengurus ADPISI.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Islam, Prof.Dr.PhilKamarudin Amin, MA.  dalam pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa bahwa layanan MDT bagi mahasiswa ini dilatar belakangi oleh keprihatinan akan fenomena keagamaan saat ini, dan minimnya pengetahuan keagamaan mahasiswa khususnya di PTU, yang mana dapat berimplikasi pada pola fikir, prilaku dan gaya hidup generasi bangsa, maka digagaslah layanan ini untuk menciptakan kultur akademik yang diajarkan di luar kelas. Mata kuliah PAI yang diajarkan di PTU sangat terbatas, oleh karenya untuk mendalami pemahaman keagamaan, mahasiswa ikut berbagai kajian keislaman di luar mata kuliah. Hal ini menunjukan bahwa animo, girah mahasiswa untuk mengkaji agama sangat tinggi.

Lebih lanjut beliau memaparkan bahwa di dunia barat, kajian islam sangat diminati bahkan dikaji di luar perkuliahan, bahkan dipandang memiliki prestige  yang dikaji oleh berbagai lintas disiplin keilmuan. Artinya bahwa kita tidak harus menjadi besar secara kelembagaan untuk mengkaji kajian Islam, khususnya mereka yang ingin mendalami pemahaman keagamaan. Orang indonesia belajar Islam di barat, karena di sana terapat para akademisi yang tampil sebagai rujukan lewat karya-karyanya yang fenomenal. Mereka merepresentasikan dirinya lewat prodi atau unit kajian yang kemudian menjadi besar dengan karya-karyanya sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Tantanganan inilah  yang kita hadapi, minimnya para akademisi Tanah Air yang karya-karyanya menjadi rujukan skala internasional.

Dr.Ahmad Zayadi, M.Pd selaku Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesanteren, dalam sambutannya memaparan bahwa  pendidikan keagaman secara umum terbagi menjadi pendidikan diniyah dan pendidikan pesantren, pendidikan keagamaan yang dengan dilengkapi dengan Ma’had al Jamiah at Takmiliyah, diharapkan mampu mencetak para mahasiswa yang ahli agama. Di samping itu, beliau mengutarakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan ajang sharing pemikiran (shilatul al afkar) dari para akademisi baik di PTU dan di PTKI, sharing penglaman dari setiap lembaga yang telah menerapkan Ma’had al Jamiah  atau sejenisnya (shilatul al ‘amal),   dan yang ketiga sebagai sebuah spirit baru yang terus berlanjut mewarnai pemahaman keagamaan di PTU dan PTKI (shilatul ar ruh)

Kegiatan sosialisasi layanan MDT bagi mahasiswa mendapat respon yang postif dari para peserta, hal ini dapat terlihat dari antusias para peserta dalam sessi sharing ide, gagasan dan konsep bagaimana layanan MDT ini bisa diimplementasikan khususnya di PTU. (Dea)

Hatim Gazali
Hatim Gazali

Dosen Sampoerna University

You must be logged in to post a comment