Kemenag RI Mendukung Dosen PAI Meningkatkan Kompetensi ICT

Kemenag RI Mendukung Dosen PAI Meningkatkan Kompetensi ICT

Read More

ADPISI DPW Jabodetabek dulang Penghargaan

ADPISI DPW Jabodetabek dulang Penghargaan

Jakarta, – Pengurus DPW ADPISI Jabodetabek Mendulang penghargaan naskah khutbah dari lomba pembuatan naskah khutbah yang diadakan oleh Indonesian Institute for Society Empowerment (INSEP) yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta. Read More

Materi Bimtek

NO

Judul Materi

Acara

01
Pengembangan Karid Dosen PAI [power point] [makalah]
Bimtek Kemenristek Dikti-Bandung 20-23 April 2018
02
Pengembangan Diri Mahasiswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler [powerpoint]
Bimtek Kemenristek Dikti-Bandung 20-23 April 2018
03
Pendekatan Saintific Qurani dalam Pembelajaran [powerpoint]
Bimtek Kemenristek Dikti-Bandung 20-23 April 2018
04
Eksistensi MKWU PAI di Perguruan Tinggi Umum Sebagai General Education [powerpoint] [Makalah]
Bimtek Kemenristek Dikti-Bandung 20-23 April 2018
05
Pengembangan Konsep MKWU PAI di Perguruan Tinggi Umum [Powerpoint]
Bimtek Kemenristek Dikti-Bandung 20-23 April 2018
06
Menggunakan Google Apps untuk Dosen Pembelajaran [powerpoint]
Bimtek Kemenristek Dikti-Bandung 20-23 April 2018
 07
Eksistensi MKWU PAI dalam Kerangka Pendidikan Umum di Indonesia [Powerpoint]
Bimtek Kemenristek Dikti-Bandung 20-23 April 2018
 08
Metode dan Media PAI berbasis Kehidupan [Powerpoint]
Workshop Pengembangan Program dan
Pembelajaran PAI pada PTU, Direktorat Pendidikan Agama Islam, Ditjen
Pendidikan Islam, Kementerian Agama,
Hotel Kartika Chandra Jakarta, 02 – 04 Mei 2018

ADPISI DPW DKI Audiensi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pontren

Jakarta, Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPW ADPISI) Jabodetabek melakukan audiensi dan silaturahim ke Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd di ruang kerja Senin (30/4). Rombongan pengurus berjumlah 11 orang.

Ketua DPW ADPISI Jabodetabek Dr. Taufik Hiayatullah menyampaikan terima kasih atas diterimanya rombongan untuk bersilaturrahmi sekaligus memperkenalkan beberapa jajaran kepengurusan DPW ADPISI Jabodetabek yang baru dilantik.

Taufik menyapaikan besar harapan DPW ADPISI Jabodetabek untuk bersinergi dan bekolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, khususnya dengan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren untuk menyusun format pendidikan non formal Madrasah Diniyah takmiliyah Al Jami’ah di perguruan tinggi.adpisi dpw dki

Di tengah tantangan radikalisasi di kalangan mahasiswa khususnya di perguruan tinggi umum yang sudah sangat memprihatinkan, maka DPW ADPISI Jabodetabek berharap ada koordinasi dan sinergi untuk membendung dan merawat Islam Wasatiyah.

Sementara Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dr. H. Ahmad Zayadi menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan kesempatan silaturrahminya semoga ke depan bisa bersinergi khususnya untuk pembinaan pendidikan keagamaan di perguruan tinggi umum.
“Kurikulum dan model Diniyah Takmiliyah Al Jami’ah ini belum sepenuhnya terbentuk, oleh karena itu pihaknya menginginkan adanya masukan-masukan dari dosen-dosen PAI di perguruan tinggi umum yang tergabung dalam DPW ADPISI Jabodetabek untuk ikut serta dalam penyusunan kurikulum maupun model dari Diniyah Takmiliyah Al Jami’ah dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD)”. Ungkap Zayadi.

Dalam kesempatan ini juga Zayadi menyarankan agar DPW ADPISI Jabodetabek dapat melengkapi legalitas dan badan hukum organisasi agar dapat dengan mudah mengawal program-program dari berbagai pihak.

Dosen PAI Melakukan Kunjungan Lapangan ke Tutorial Program PAI SPAI UPI

Bandung- Acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Agama Islam yang diselenggarakan oleh kemenristek Dikti di Bandung pada 20-23 April 2018 ini tidak seperti biasanya. Pada bimtek kali ini, selain menggunakan metode ceramah dan diskusi, juga melakukan observasi lapangan dengan berkunjung pada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). 60 dosen PAI dari beragam Perguruan Tinggi diajak untuk melihat langsung proses tutorial di lingkungan UPI, serta melakukan dialog dengan para tutor, Pembina program tutorial.

Beragam pertanyaan terkait program Tutorial PAI ini diluncurkan oleh para dosen PAI, mulai dari yang hal cukup teoritis-konseptual sampai pada soal teknis. Tak hanya itu, sebagai bekal, para dosen PAI diberikan dua buku penting; Buku peserta dan buku tutor Tutorial PAI DPU Universitas Pendidikan Indonesia yang berjudul Generasi Muslim Sejati dengan tagline Cerdas, Ikhlas dan Istiqomah. Acara ini dipandu oleh Udin Supriadi selaku ketua Penyelenggara Tutorial PAI SPAI UPI, Dr. Aam Abdussalam selaku ketua umum DPP ADPISI, Toto Suryana selaku Pembina ADPISI.

Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Mahasiswa lewat MDT (Ma’had al Jamiah at Takmiliyah)

Yogyakarta, dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menyelenggarakan kegiatan sosialisasi layanan MDT bagi mahasiswa (Ma’had al Jamiah at Takmiliyah), sementra istilah yang digunakan di PTU adalah Diniyah Takmiliyah Al Jami’ah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 19-21 April 2018 di hotel Cavinton Yogyakarta, yang dihadiri oleh pengurus ADPISI.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Islam, Prof.Dr.PhilKamarudin Amin, MA.  dalam pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa bahwa layanan MDT bagi mahasiswa ini dilatar belakangi oleh keprihatinan akan fenomena keagamaan saat ini, dan minimnya pengetahuan keagamaan mahasiswa khususnya di PTU, yang mana dapat berimplikasi pada pola fikir, prilaku dan gaya hidup generasi bangsa, maka digagaslah layanan ini untuk menciptakan kultur akademik yang diajarkan di luar kelas. Mata kuliah PAI yang diajarkan di PTU sangat terbatas, oleh karenya untuk mendalami pemahaman keagamaan, mahasiswa ikut berbagai kajian keislaman di luar mata kuliah. Hal ini menunjukan bahwa animo, girah mahasiswa untuk mengkaji agama sangat tinggi.

Lebih lanjut beliau memaparkan bahwa di dunia barat, kajian islam sangat diminati bahkan dikaji di luar perkuliahan, bahkan dipandang memiliki prestige  yang dikaji oleh berbagai lintas disiplin keilmuan. Artinya bahwa kita tidak harus menjadi besar secara kelembagaan untuk mengkaji kajian Islam, khususnya mereka yang ingin mendalami pemahaman keagamaan. Orang indonesia belajar Islam di barat, karena di sana terapat para akademisi yang tampil sebagai rujukan lewat karya-karyanya yang fenomenal. Mereka merepresentasikan dirinya lewat prodi atau unit kajian yang kemudian menjadi besar dengan karya-karyanya sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Tantanganan inilah  yang kita hadapi, minimnya para akademisi Tanah Air yang karya-karyanya menjadi rujukan skala internasional.

Dr.Ahmad Zayadi, M.Pd selaku Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesanteren, dalam sambutannya memaparan bahwa  pendidikan keagaman secara umum terbagi menjadi pendidikan diniyah dan pendidikan pesantren, pendidikan keagamaan yang dengan dilengkapi dengan Ma’had al Jamiah at Takmiliyah, diharapkan mampu mencetak para mahasiswa yang ahli agama. Di samping itu, beliau mengutarakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan ajang sharing pemikiran (shilatul al afkar) dari para akademisi baik di PTU dan di PTKI, sharing penglaman dari setiap lembaga yang telah menerapkan Ma’had al Jamiah  atau sejenisnya (shilatul al ‘amal),   dan yang ketiga sebagai sebuah spirit baru yang terus berlanjut mewarnai pemahaman keagamaan di PTU dan PTKI (shilatul ar ruh)

Kegiatan sosialisasi layanan MDT bagi mahasiswa mendapat respon yang postif dari para peserta, hal ini dapat terlihat dari antusias para peserta dalam sessi sharing ide, gagasan dan konsep bagaimana layanan MDT ini bisa diimplementasikan khususnya di PTU. (Dea)

Dosen PAI Harus Menyampaikan Islam Wasathiyah

Dosen PAI Harus Menyampaikan Islam Wasathiyah

SEMARANG, Dalam rangka peningkatan mutu penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU) Direktorat pendidikan agama Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI menyelenggarakan kegiatan kegiatan pengembangan pembelajaran PAI pada PTU (Angkatan 1) tahun  2018. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari sejak 27-29 Maret 2018 di Grand Edge Hotel Semarang yang dihadiri oleh sekitar 40 dosen Pendidikan Agama Islam  dari berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Tengah.

Drs, Nurul Huda, M.Ag Kasubdit PAI sekaligus panitia penyelenggara mengatakan bahwa forum ini merupakan forum silaturrahim antara Kementrian Agama dengan para dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU) mengidentifikasi, membahas problematika pembelajaran PAI terutama PTU dan menemukan solusinya. Sebagaimana disampaikan oleh beberapa peserta bahwa permasalahan PAI pada PTU adalah sebagian mahasiswa memiliki paham radikal. Hal ini disebabkan pondasi pendidikan Agama Islam yang diperoleh pada jenjang pendidikan sebelumnya yakni Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu pondasi keagamaan mahasiswa yang bervariasi menjadi problem tersendiri bagi pembelajaran  PAI pada PTU. Minimnya dasar pendidikan agama juga menyumbang persoalan bagi. Salah satu dosen mengatakan bahwa banyak dari mahasiswa tidak bisa membaca al-Qur’an.

Salah seorang nara sumber DR. Noor Ahmad mengatakan mengatakan bahwa dosen mata kuliah apapun harus menyertakan Islam yang wasathiyah di dalamnya. Anggota DPR RI sekaligus Pengurus Pusat Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) lebih lanjut mengatakan persoalan yang muncul saat ini tidak lepas dari perbedaan pemahaman terhadap nas al-Qur’an maupun hadis. Menurutnya para dosen perlu kursus tentang Ushul Fiqh dalam rangka menyelami epistimologinya. Setidaknya ada tiga pendekatan dalam pemahaman nas yakni bayani, ta’lili, dan istislahi, imbuhnya.

*Reportase kegiatan dibuat oleh Sukarman, Dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. 

Dosen PAI Harus Menyampaikan Islam Wasathiyah

SEMARANG, Dalam rangka peningkatan mutu penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU) Direktorat pendidikan agama Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI menyelenggarakan kegiatan kegiatan pengembangan pembelajaran PAI pada PTU (Angkatan 1) tahun  2018. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari sejak 27-29 Maret 2018 di Grand Edge Hotel Semarang yang dihadiri oleh sekitar 40 dosen Pendidikan Agama Islam  dari berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Tengah.

Drs, Nurul Huda, M.Ag Kasubdit PAI sekaligus panitia penyelenggara mengatakan bahwa forum ini merupakan forum silaturrahim antara Kementrian Agama dengan para dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU) mengidentifikasi, membahas problematika pembelajaran PAI terutama PTU dan menemukan solusinya. Sebagaimana disampaikan oleh beberapa peserta bahwa permasalahan PAI pada PTU adalah sebagian mahasiswa memiliki paham radikal. Hal ini disebabkan pondasi pendidikan Agama Islam yang diperoleh pada jenjang pendidikan sebelumnya yakni Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu pondasi keagamaan mahasiswa yang bervariasi menjadi problem tersendiri bagi pembelajaran  PAI pada PTU. Minimnya dasar pendidikan agama juga menyumbang persoalan bagi. Salah satu dosen mengatakan bahwa banyak dari mahasiswa tidak bisa membaca al-Qur’an.

Salah seorang nara sumber DR. Noor Ahmad mengatakan mengatakan bahwa dosen mata kuliah apapun harus menyertakan Islam yang wasathiyah di dalamnya. Anggota DPR RI sekaligus Pengurus Pusat Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) lebih lanjut mengatakan persoalan yang muncul saat ini tidak lepas dari perbedaan pemahaman terhadap nas al-Qur’an maupun hadis. Menurutnya para dosen perlu kursus tentang Ushul Fiqh dalam rangka menyelami epistimologinya. Setidaknya ada tiga pendekatan dalam pemahaman nas yakni bayani, ta’lili, dan istislahi, imbuhnya.

*Reportase kegiatan dibuat oleh Sukarman, Dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. 

 
 

Kerjasama dengan UTM, DPW Jatim selenggarakan Workshop Metodologi Penelitian

Hari ini, Kamis 22 Maret 2018, DPW ADPISI Jatim mengadakan workshop Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial Keagamaan bagi Dosen PAI di PTU yang diselenggarakan di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara DPW ADPISI Jawa Timur dengan Fakultas Ilmu Keislaman Universitas Trunojoyo Madura. Dalam kegiatan ini, masing-masing perguruan tinggi di lingkungan Jawa Timur dapat kouta untuk mendelegasikan 5 dosen PAI untuk mengikuti acara yang diikuti oleh 31 Perguruan Tinggi, baik swasta maupun negeri. Kegiatan workshop ini dibuka langsung oleh rektor Universitas Trunojowo Madura, Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M. Si.

Kegiatan workshop ini tak hanya diisi dengan ceramah-ceramah, tetapi juga lebih banyak pada diskusi-diskusi kelompok guna dapat melahirkan proposal-proposal penelitian. Selamat.