Kemenag RI Mendukung Dosen PAI Meningkatkan Kompetensi ICT

Kemenag RI Mendukung Dosen PAI Meningkatkan Kompetensi ICT

Read More

ADPISI DPW Jabodetabek dulang Penghargaan

ADPISI DPW Jabodetabek dulang Penghargaan

Jakarta, – Pengurus DPW ADPISI Jabodetabek Mendulang penghargaan naskah khutbah dari lomba pembuatan naskah khutbah yang diadakan oleh Indonesian Institute for Society Empowerment (INSEP) yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta. Read More

Dosen PAI Harus Menyampaikan Islam Wasathiyah

Dosen PAI Harus Menyampaikan Islam Wasathiyah

SEMARANG, Dalam rangka peningkatan mutu penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU) Direktorat pendidikan agama Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI menyelenggarakan kegiatan kegiatan pengembangan pembelajaran PAI pada PTU (Angkatan 1) tahun  2018. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari sejak 27-29 Maret 2018 di Grand Edge Hotel Semarang yang dihadiri oleh sekitar 40 dosen Pendidikan Agama Islam  dari berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Tengah.

Drs, Nurul Huda, M.Ag Kasubdit PAI sekaligus panitia penyelenggara mengatakan bahwa forum ini merupakan forum silaturrahim antara Kementrian Agama dengan para dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU) mengidentifikasi, membahas problematika pembelajaran PAI terutama PTU dan menemukan solusinya. Sebagaimana disampaikan oleh beberapa peserta bahwa permasalahan PAI pada PTU adalah sebagian mahasiswa memiliki paham radikal. Hal ini disebabkan pondasi pendidikan Agama Islam yang diperoleh pada jenjang pendidikan sebelumnya yakni Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu pondasi keagamaan mahasiswa yang bervariasi menjadi problem tersendiri bagi pembelajaran  PAI pada PTU. Minimnya dasar pendidikan agama juga menyumbang persoalan bagi. Salah satu dosen mengatakan bahwa banyak dari mahasiswa tidak bisa membaca al-Qur’an.

Salah seorang nara sumber DR. Noor Ahmad mengatakan mengatakan bahwa dosen mata kuliah apapun harus menyertakan Islam yang wasathiyah di dalamnya. Anggota DPR RI sekaligus Pengurus Pusat Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) lebih lanjut mengatakan persoalan yang muncul saat ini tidak lepas dari perbedaan pemahaman terhadap nas al-Qur’an maupun hadis. Menurutnya para dosen perlu kursus tentang Ushul Fiqh dalam rangka menyelami epistimologinya. Setidaknya ada tiga pendekatan dalam pemahaman nas yakni bayani, ta’lili, dan istislahi, imbuhnya.

*Reportase kegiatan dibuat oleh Sukarman, Dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. 

Buka Kongres ADPISI, Ini Pesan Menag Kepada Dosen PAI

Buka Kongres ADPISI, Ini Pesan Menag Kepada Dosen PAI

Lembang (Pinmas) — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Kongres Nasional Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia (ADPISI) di Lembang, Bandung. Bersamaan dengan Kongres ke-3 ini, digelar juga Seminar Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dalam kesempatan itu, Menag meminta para dosen PAI untuk lebih pro aktif dalam memberikan pencerahan dan membuka wawasan mahasiswa. Sebab, wawasan yang luas akan sangat berpengaruh terhadap kearifan sikap, utamanya dalam merespon dinamika sosial dan perkembangan zaman.

“Bukalah cakrawala pemikiran generasi muda. Kita punya kewajiban mengarahkan anak didik, tentang bagaimana perspektif dan substansi agama,” terang Menag di hadapan ratusan Dosen PAI dari seluruh Indonesia, Rabu (08/02).

Menag berharap, para dosen mampu menjelaskan sejarah agama dengan baik, dan mengkaitkannya dengan konteks saat ini. Hal ini menurutnya penting agar mahasiswa dapat menangkap esensi dari setiap tahapan peristiwa dalam sejarah tersebut sehingg bisa menangkap pelajaran untuk bekal kehidupan mendatang

“Spektrum ruang lingkup pendidikan Islam sangat luas dan nyaris tanpa batas. (Karenanya) Membutuhkan kearifan dalam menyikapi perbedaan dan keragaman faham,” ujarnya.

Menag menambahkan, kehadirannya dalam Kongres untuk mendengar berbagai persoalan yang dihadapi para pengajar PAI di perguruan tinggi umum (PTU). Menag melihat, para dosen PAI mempunyai kontribusi luar biasa bagi pendidikan, bangsa dan negara. Karenanya, Kementerian Agama terus berusaha untuk dapat memberikan pembinaan dan penguatan terhadap pendidikan agama Islam di Indonesia.

“Dengan segala keterbatasan, tahun ini, Kemenag siap melakukan beberapa program, termasuk kemitraan, pelatihan peningkatan wawasan dosen PAI dan lain sebagainya, yang bisa menggandeng ADPISI. Tahun ini, Pendis telah menganggarkan dan siap bekerja sama,” tukas Menag.

Sebelumnya, Ketua Umum ADPISI, Syahidin mengatakan, ADPISI yang lahir pada 2006 lalu hadir sebagai respon atas dibubarkannya Subdit PAI di Ditjen Pendis pada tahun 2005 atau setahun sebelum berdirinya ADPISI. “Alhamdulillah, Subdit PAI sudah dibentuk kembali. Terima kasih Pak Menteri,” terang Syahidin.

Kongres ke-3 ADPISI sendiri berlangsung 8 – 9 Februari 2017 dengan mengusung tema: Peran Pendidikan Agama dalam Membangun Akhlak Bangsa. Ikut mendampingi Menag, Kakanwil Kemenag Jawa Barat, Direktur PAI Imam Safei, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah M Thambrin, dan Sesmen. Ikut hadir juga dalam Kongres ini, Sekda Provinsi Jawa Barat. (G-penk/mkd/mkd)

sumber: https://www2.kemenag.go.id/berita/454255/buka-kongres-adpisi-ini-pesan-menag-kepada-dosen-pai